Thursday, March 19, 2020

Masjid Istiqlal & Gereja Katedral (part 2)



Gereja Katedral sendiri adalah gereja bersejarah yang arsitekturnya sangat menonjolkan gaya Eropa, khususnya gereja-gereja Eropa pada beberapa abad yang lalu, yang identik dengan gaya neo-gotik.

Gereja Katedral memiliki nama resmi Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga (De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming).


Gereja Katedral


Gereja ini pertama kali diresmikan pada tahun 1901, meski sudah pernah dicetuskan pada tahun 1807 oleh pemerintah Belanda, untuk membangun sebuah Gereja Katolik yang langsung bernaung di bawah pimpinan Gereja Katolik di Roma.


Interior dalam Gereja Katedral juga akan mengingatkan orang-orang terhadap bangunan khas Eropa. Juga terdapat sebuah alat musik berukuran besar, yaitu orgel pipa, yang dibuat di Belgia pada tahun 1988. Sebelum masuk ke dalam gereja, terdapat sebuah patung burung garuda, dengan lambang Pancasila di dadanya, dan kakinya yang membawa kain putih bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai lambang keberagaman di Indonesia.
Patung Burung Garuda

Selain itu, Gereja Katedral juga mempunyai museum, yang disebut Museum Katedral. Museum ini diprakarsai pembangunannya oleh Pater Rudolf Kurris. Yang bermula karena kecintaan Kurris terhadao sejarah dan benda-benda bersejarah, karena dapat membangkitkan rasa kagum manusia terhadap masa lampau, dan keinginannya menyalurkan pengetahuan dari generasi ke generasi.

Museum itu terletak di Gedung pastoran lama, yaitu di bagian utara. Museum baru diresmikan pada 14 November 2018 oleh Mgr. Ignatius Suharyo memiliki ruang-ruang tematik yang membantu pengunjung menikmati setiap benda yang dipamerkan.

Museum buka setiap hari, kecuali hari Senin, dan jam bukanya bervariasi. Setiap Selasa hingga Sabtu, buka pada pukul 10.00-16.00, dan pada hari Minggu, buka pada pukul 12.00-16.30.

Wah, menarik ya kedua tempat ibadah yang saling berseberangan ini. Semoga dengan keberadaan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang saling berseberangan ini, dapat menambah rasa bangga dan toleransi sebagai sesama umat beragama di Indonesia!

Jadi, kapan nih, kamu mau ke sini?

No comments:

Post a Comment