Gereja
Katedral sendiri adalah gereja bersejarah yang arsitekturnya sangat menonjolkan
gaya Eropa, khususnya gereja-gereja Eropa pada beberapa abad yang lalu, yang
identik dengan gaya neo-gotik.
Gereja
Katedral memiliki nama resmi Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga (De Kerk
van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming).
Gereja Katedral
Gereja
ini pertama kali diresmikan pada tahun 1901, meski sudah pernah dicetuskan pada
tahun 1807 oleh pemerintah Belanda, untuk membangun sebuah Gereja Katolik yang
langsung bernaung di bawah pimpinan Gereja Katolik di Roma.
|
|
Patung Burung Garuda
Selain
itu, Gereja Katedral juga mempunyai museum, yang disebut Museum Katedral.
Museum ini diprakarsai pembangunannya oleh Pater Rudolf Kurris. Yang bermula
karena kecintaan Kurris terhadao sejarah dan benda-benda bersejarah, karena
dapat membangkitkan rasa kagum manusia terhadap masa lampau, dan keinginannya
menyalurkan pengetahuan dari generasi ke generasi.
Museum
itu terletak di Gedung pastoran lama, yaitu di bagian utara. Museum baru
diresmikan pada 14 November 2018 oleh Mgr. Ignatius Suharyo memiliki
ruang-ruang tematik yang membantu pengunjung menikmati setiap benda yang
dipamerkan.
Museum
buka setiap hari, kecuali hari Senin, dan jam bukanya bervariasi. Setiap Selasa
hingga Sabtu, buka pada pukul 10.00-16.00, dan pada hari Minggu, buka pada
pukul 12.00-16.30.
Wah,
menarik ya kedua tempat ibadah yang saling berseberangan ini. Semoga dengan
keberadaan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang saling berseberangan ini,
dapat menambah rasa bangga dan toleransi sebagai sesama umat beragama di
Indonesia!
Jadi,
kapan nih, kamu mau ke sini?


No comments:
Post a Comment