Sambil jalan-jalan keliling Jakarta, jangan lupa beribadah
juga dong pastinya, hehehe. Kali ini, I Feel Jakarta akan membahas tentang 2
tempat ibadah dari agama yang berbeda, tapi saling berseberangan. Kok bisa, ya?
Bisa, dong! Apalagi kalau bukan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
Kedua tempat ibadah ini juga seringkali dijadikan objek
wisata, karena memang mempunyai sejarah unik tersendiri. Dan juga, letaknya tak
jauh dari beberapa destinasi lainnya, seperti Pasar Baru. Jadi, siapa tahu,
yang sudah berbelanja dari Pasar Baru, sekarang mau beribadah, hehehe.
Masjid Istiqlal
Sumber gambar: muslim.okezone.com
Masjid
Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Uniknya, masjid ini
terletak tepat di seberang gereja, yaitu Gereja Katedral Jakarta. Hal ini
mencerminkan keberagaman yang ada di Indonesia. Uniknya pula, Masjid Istiqlal
ini dirancang oleh seorang arsitek yang beragama Kristen, bernama Frederich
Silaban.
Frederich
Silaban merupakan pria kelahiran Sumatera Utara, yang memenangkan sayembara
desain Masjid Istiqlal pada tahun 1955, yang kala itu dewan jurinya diketuai
oleh Presiden Soekarno, dan anggotanya adalah para arsitek dan ulama.
Untuk
lokasi pastinya, Masjid Istiqlal berlokasi di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar
Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Masjid Istiqlal dibangun sebagai perwujudan
rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia.
Istiqlal
sendiri diambil dari bahasa Arab yang artinya merdeka. Selain sebagai perwujudan
rasa syukur, masjid ini juga dibangun untuk mengenang para pejuang muslim yang
gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Masjid
ini pertama kali dibangun pada 24 Agustus 1961, yang bertepatan dengan
peringatan Maulid Nabi, dan akhirnya selesai pada 22 Februari 1978 dan
diresmikan oleh Presiden Soeharto. Masjid ini mampu menampung jamaah hingga
200.000 orang.
Uniknya
lagi, kubahnya berdiameter 45 meter, yang melambangkan tahun 1945, tahun
kemerdekaan Indonesia. Kubahnya juga ditopang 12 pilar yang melambangkan
tanggal kelahiran Nabi Muhammad, yaitu 12 Rabiul Awwal, dan juga jumlah bulan
dalam satu tahun.
Untuk
masuk ke dalam Masjid Istiqlal, kamu bisa melewati 7 pintu, yang disebut Asmaul
Husna. Ada tiga pintu utama, yaitu Al Fattah, As Salam dan Ar Rozzaq. Serta
pintu lainnya adalah Al Quddus, Al Malik, Al Ghaffar, dan Ar Rahman. Angka 7
itu melambangkan 7 lapis langit dalam kosmologi alam semesta Islam, serta 7
hari dalam satu minggu.
Mau
melihat beduk terbesar di Nusantara? Ke sini aja! Karena Masjid Istiqlal punya
beduk terbesar dengan ukuran panjang 3 meter, berat 2,30 ton, diameter 2 meter,
dan terbuat dari kayu meranti merah, dari sebuah pohon yang berumur 300 tahun
di sebuah hutan di Kalimantan Timur.
(berlanjut ke part 2)
|
|
No comments:
Post a Comment