Sunday, March 15, 2020

Monumen Nasional (Monas)


Halo, guys! Kan kemarin kita sudah membahas tentang sejarah Jakarta dan tips-tips jika ingin berkunjung ke sana, maka pada kesempatan kali ini, I Feel Jakarta mau membahas tentang destinasi-destinasi wisata yang bisa kalian kunjungi di Jakarta.

Nah, mulai dari yang paling familiar di telinga orang-orang dulu, ya! Siapa yang nggak kenal sama Monumen Nasional alias Monas? Pasti Monas atau biasa disebut juga Tugu Monas itu sudah akrab di telinga orang-orang.

Monumen setinggi 132 meter itu berlokasi di Lapangan Medan Merdeka, di daerah Jakarta Pusat. Teman-teman yang mau berkunjung ke Monas, bisa menaiki Transjakarta yang melalui halte Monas, beberapa diantaranya adalah rute koridor 1, koridor 2,  dan lain-lain. Untuk jadwal keberangkatan lengkap halte yang dilalui, kamu bisa bertanya langsung pada petugas setempat.  Atau kalau mau naik Bus Wisata Jakarta yang gratis juga bisa.

Kembali ke Monas, menumen ini dibangun dengan tujuan mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia sampai mendapat kemerdekaannya. Pembangunan Monas dimulai sejak 17 Agustus 1961 dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Arsiteknya adalah Frederich Silaban.

Image result for monas
Monumen Nasional
Sumber gambar: id.wikipedia.org

Di bagian dasar Monas, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia yang memiliki 48 diorama di empat sisinya dan 3 diorama di tengah, sehingga totalnya ada sebanyak 51 diorama. Seluruh diorama ini menggambarkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru.

Dimulai sejak masa pra sejarah, seperti masa kerajaan kuno Sriwijaya dan Majapahit, disusul masa penjajahan bangsa Eropa, perlawanan rakyat melawan VOC dan pemerintah Hindia Belanda, menuju ke penjajahan Jepang, kemerdekaan, masa revolusi, hingga masa Orde Baru.

Selain Museum Sejarah Nasional Indonesia, di Monas juga terdapat Ruang Kemerdekaan yang berbentuk amphitheater. Di ruangan ini, terdapat naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang disimpan dalam kotak kaca, dan peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bendera merah putih,  dan dindingnya dihiasi tulisan naskah proklamasi.

Ruangan ini juga digunakan untuk mengheningkan cipta. Di sini, pengunjung juga bisa mengenangkan kembali perjuangan pahlawan-pahlawan Indonesia sampai kemerdekaan.
Tugu Monas yang berwarna emas sendiri memiliki makna “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang berarti Bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala dalam berjuang, semangat yang tidak pernah surut atau padam sampai kapan pun juga.

Tugu Monas itu memiliki emas seberat 38 kilogram. Yang dimana, sebanyak 28 kilogramnya disumbangkan oleh Teuku Markam, seorang pengusaha Aceh yang pernah menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Tapi, sekarang, emas di Tugu Monas itu telah dilapis-lapisi kembali, sehingga beratnya menjadi 50 kilogram. Wah, keren, ya!

Jadi, siapa nih yang berminat berkunjung ke Monas?

No comments:

Post a Comment