Halo, guys! Kan kemarin kita sudah membahas tentang
sejarah Jakarta dan tips-tips jika ingin berkunjung ke sana, maka pada
kesempatan kali ini, I Feel Jakarta mau membahas tentang destinasi-destinasi
wisata yang bisa kalian kunjungi di Jakarta.
Nah, mulai dari yang paling familiar di telinga orang-orang
dulu, ya! Siapa yang nggak kenal sama Monumen Nasional alias Monas? Pasti Monas
atau biasa disebut juga Tugu Monas itu sudah akrab di telinga orang-orang.
Monumen setinggi 132 meter itu berlokasi di Lapangan Medan
Merdeka, di daerah Jakarta Pusat. Teman-teman yang mau berkunjung ke Monas,
bisa menaiki Transjakarta yang melalui halte Monas, beberapa diantaranya adalah
rute koridor 1, koridor 2, dan
lain-lain. Untuk jadwal keberangkatan lengkap halte yang dilalui, kamu bisa bertanya langsung pada petugas setempat. Atau kalau mau naik Bus Wisata Jakarta yang gratis juga bisa.
Kembali ke Monas, menumen ini dibangun dengan tujuan
mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia sampai mendapat
kemerdekaannya. Pembangunan Monas dimulai sejak 17 Agustus 1961 dan dibuka
untuk umum pada 12 Juli 1975. Arsiteknya adalah Frederich Silaban.
Monumen Nasional
Sumber gambar: id.wikipedia.org
Di bagian dasar Monas, terdapat Museum Sejarah Nasional
Indonesia yang memiliki 48 diorama di empat sisinya dan 3 diorama di tengah,
sehingga totalnya ada sebanyak 51 diorama. Seluruh diorama ini menggambarkan sejarah
Indonesia sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru.
Dimulai sejak masa pra sejarah, seperti masa kerajaan kuno
Sriwijaya dan Majapahit, disusul masa penjajahan bangsa Eropa, perlawanan
rakyat melawan VOC dan pemerintah Hindia Belanda, menuju ke penjajahan Jepang,
kemerdekaan, masa revolusi, hingga masa Orde Baru.
Selain Museum Sejarah Nasional Indonesia, di Monas juga
terdapat Ruang Kemerdekaan yang berbentuk amphitheater. Di ruangan ini,
terdapat naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang disimpan dalam kotak
kaca, dan peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bendera merah
putih, dan dindingnya dihiasi tulisan
naskah proklamasi.
Ruangan ini juga digunakan untuk mengheningkan cipta. Di
sini, pengunjung juga bisa mengenangkan kembali perjuangan pahlawan-pahlawan
Indonesia sampai kemerdekaan.
Tugu Monas yang berwarna emas sendiri memiliki makna “Api
Nan Tak Kunjung Padam” yang berarti Bangsa Indonesia senantiasa memiliki
semangat yang menyala dalam berjuang, semangat yang tidak pernah surut atau
padam sampai kapan pun juga.
Tugu Monas itu memiliki emas seberat 38 kilogram.
Yang dimana, sebanyak 28 kilogramnya disumbangkan oleh Teuku Markam, seorang pengusaha Aceh yang
pernah menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Tapi, sekarang, emas di Tugu
Monas itu telah dilapis-lapisi kembali, sehingga beratnya menjadi 50 kilogram.
Wah, keren, ya!
Jadi, siapa nih yang berminat berkunjung ke Monas?
No comments:
Post a Comment