Thursday, March 5, 2020

History of Jakarta



Siapa yang tidak mengenal Jakarta sebagai ibu kota Indonesia? Kota yang berulang tahun pada ini 22 Juni memiliki sejarah yang cukup panjang, hingga dapat seperti sekarang ini. Penasaran dengan sejarahnya? Yuk, simak terus sampai habis, ya!
              Awalnya, Jakarta bernama Sunda Kelapa, sampai pada 22 Juni 1957, Pangeran Fatahillah menghancurkan Sunda Kelapa dan mendirikan kota Jayakarta. Tanggal tersebut menjadi cikal bakal ulang tahun kota Jakarta saat ini. Jayakarta sendiri berasal dari dua kata Sansekerta, yaitu Jaya yang berarti kemenangan dan Karta yang  berarti dicapai. Nama ini kemudian diterjemahkan sebagai ‘kota kemenangan’ atau ‘kota kejayaan’.
              Jayakarta kemudian berkembang sebagai kota pelabuhan, dimana para pedagang dari Cina, India, Arab, Eropa, dan negara-negara lainnya saling bertukar barang/komoditi. Kota pelabuhan ini pun menjadi kota pelabuhan yang sibuk.
              Tahun 1619, pemerintahan Belanda VOC di bawah kepemimpinan J.P. Coen menghancurkan Jayakarta dan membangun kota baru yang dinamakan Batavia. Batavia terletak di sisi barat sungai Ciliwung. Dinamakan Batavia karena diambil dari Batavieren, nenek moyang bangsa Belanda.
              Belanda direncanakan untuk dibangun mirip dengan kota-kota Belanda, yang berbentuk blok dan dipisahkan oleh kanal, serta dilindungi oleh benteng berupa dinding, dan juga parit. Batavia sendiri selesai dibangun pada tahun 1650, dan menjadi tempat tinggal bangsa Eropa. Sementara penduduk asli disingkirkan ke tempat lain.
              Di masa kejayaannya, Batavia terkenal sebagai ‘Permata dari Timur’, yang diduduki pemerintah Belanda dan terbentang luas di kepulauan Hindia Timur. Hingga pada masa penjajahan Jepang, tahun 1942, Batavia berganti nama menjadi Jakarta.
              Kota Jakarta mempunyai semboyan ‘Jaya Raya’ yang artinya jaya dan besar (agung). Suku bangsa asli dari Jakarta adalah suku Betawi, dan menggunakan bahasa daerah Betawi, dengan rumah adat Rumah Kebaya. Salah satu lagu daerah yang terkenal adalah Kicir-Kicir. Flora yang terkenal adalah salak condet, dan faunanya elang bondol.
              Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta memiliki banyak kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kantor secretariat ASEAN juga berada di Jakarta. Ada 2 bandar udara yang melayani kota ini, yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Serta 3 pelabuhan, yaitu Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol.

Sekilas, itulah sejarah kota Jakarta yang sudah berusia 492 tahun di tahun 2019 yang lalu. Wah, sudah tua juga, ya! 



No comments:

Post a Comment