Siapa yang tidak
mengenal Jakarta sebagai ibu kota Indonesia? Kota yang berulang tahun pada ini 22
Juni memiliki sejarah yang cukup panjang, hingga dapat seperti sekarang ini.
Penasaran dengan sejarahnya? Yuk, simak terus sampai habis, ya!
Awalnya,
Jakarta bernama Sunda Kelapa, sampai pada 22 Juni 1957, Pangeran Fatahillah
menghancurkan Sunda Kelapa dan mendirikan kota Jayakarta. Tanggal tersebut
menjadi cikal bakal ulang tahun kota Jakarta saat ini. Jayakarta sendiri
berasal dari dua kata Sansekerta, yaitu Jaya yang berarti kemenangan dan Karta
yang berarti dicapai. Nama ini kemudian
diterjemahkan sebagai ‘kota kemenangan’ atau ‘kota kejayaan’.
Jayakarta
kemudian berkembang sebagai kota pelabuhan, dimana para pedagang dari Cina,
India, Arab, Eropa, dan negara-negara lainnya saling bertukar barang/komoditi. Kota
pelabuhan ini pun menjadi kota pelabuhan yang sibuk.
Tahun
1619, pemerintahan Belanda VOC di bawah kepemimpinan J.P. Coen menghancurkan
Jayakarta dan membangun kota baru yang dinamakan Batavia. Batavia terletak di
sisi barat sungai Ciliwung. Dinamakan Batavia karena diambil dari Batavieren,
nenek moyang bangsa Belanda.
Belanda
direncanakan untuk dibangun mirip dengan kota-kota Belanda, yang berbentuk blok
dan dipisahkan oleh kanal, serta dilindungi oleh benteng berupa dinding, dan
juga parit. Batavia sendiri selesai dibangun pada tahun 1650, dan menjadi
tempat tinggal bangsa Eropa. Sementara penduduk asli disingkirkan ke tempat
lain.
Di
masa kejayaannya, Batavia terkenal sebagai ‘Permata dari Timur’, yang diduduki
pemerintah Belanda dan terbentang luas di kepulauan Hindia Timur. Hingga pada
masa penjajahan Jepang, tahun 1942, Batavia berganti nama menjadi Jakarta.
Kota
Jakarta mempunyai semboyan ‘Jaya Raya’ yang artinya jaya dan besar (agung).
Suku bangsa asli dari Jakarta adalah suku Betawi, dan menggunakan bahasa daerah
Betawi, dengan rumah adat Rumah Kebaya. Salah satu lagu daerah yang terkenal
adalah Kicir-Kicir. Flora yang terkenal adalah salak condet, dan faunanya elang
bondol.
Sebagai
pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta memiliki banyak kantor-kantor
pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kantor secretariat ASEAN
juga berada di Jakarta. Ada 2 bandar udara yang melayani kota ini, yaitu
Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Serta 3 pelabuhan,
yaitu Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol.
Sekilas, itulah sejarah kota
Jakarta yang sudah berusia 492 tahun di tahun 2019 yang lalu. Wah, sudah tua
juga, ya!
No comments:
Post a Comment