Saturday, March 21, 2020

Taman Margasatwa Ragunan


Berwisata akhir pekan dengan keluarga, apalagi mereka yang masih mempunyai anak berusia balita, asyiknya pergi ke kebun binatang, nih. Jakarta punya kebun binatang lho, nggak lain nggak bukan, ya Ragunan.

Image result for ragunan
Taman Margasatwa Ragunan 

Sumber gambar: tempatwisataseru.com


Ragunan, atau biasa dikenal dengan Taman Margasatwa Ragunan, berlokasi di Jalan Harsono RM No. 1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Taman Margasatwa ini didirikan pada tanggal 19 September 1864 pada zaman dimana Jakarta masih bernama Batavia. Dan awalnya, namanya bukanlah Ragunan, melainkan “Planten en Dierentuin”.

Planten en Dierentuin ini dikelola oleh perhimpunan penyayang Flora dan Fauna Batavia (Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia). Dan setelah kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1949, namanya diubah menjadi Kebun Binatang Cikini, yang berlokasi di Jl. Cikini Raya no. 73.

Seiring perkembangan Jakarta, Cikini dinilai tidak cocok lagi untuk peragaan satwa. Sehingga pada tahun 1964, Kebun Binatang Cikini dipindahkan dari Cikini ke Ragunan, Pasar Minggu, di atas tanah seluas 30 ha yang dihibahkan Pemerintah DKI Jakarta. Setidaknya, ada 450 satwa yang dipindahkan.

Kebun Binatang ini pun berganti nama menjadi Kebun Binatang Ragunan, karena sudah berpindah lokasi dari Cikini ke Ragunan, dan diresmikan pada 22 Juni 1966 oleh Gubernur DKI pada masa itu, Mayor Jenderal Ali Sadikin dengan nama Taman Margasatwa Ragunan.

Hingga tahun 2010, Taman Margasatwa Ragunan memiliki luas yang mencapai 147 hektar dengan koleksi 2101 ekor satwa dari 220 spesies yang ada.

Tiket masuknya juga sangat terjangkau. Untuk dewasa dikenakan biaya Rp 4.000/orang, dan anak-anak Rp 3.000/orang. Bila kamu membawa kendaraan, akan ada tambahan biaya, untuk sepeda motor Rp 3.000 dan untuk mobil Rp 6.000. Kalau kamu nggak mau membawa kendaraan, jangan khawatir, karena kamu bisa naik Transjakarta koridor 6 dan turun di halte Ragunan.

Di sini, selain bisa melihat-lihat binatang, kamu juga bisa mencoba beberapa fasilitas/wahana yang ada. Diantaranya terdapat:
·       Kuda tunggang Rp 5.000/keliling
·       Onta tunggang Rp 7.500/keliling
·       Taman satwa anak Rp 2.500/keliling
·       Perahu angsa Rp 18.000/keliling
·       Kereta keliling Rp 10.000/keliling
·       Sepeda tunggal Rp 10.000/orang
·       Sepeda ganda Rp 15.000/orang
·       Kuda bendi Rp 15.000/keliling

Menghabiskan akhir pekan di Ragunan memang asyik, terlebih untuk yang memiliki anak usia balita, karena, bisa sekalian mengajarkan dan mengenalkan tentang flora dan fauna kepada si kecil.

Jadi, sudah ada yang tertarik untuk pergi ke sini?

Thursday, March 19, 2020

Masjid Istiqlal & Gereja Katedral (part 2)



Gereja Katedral sendiri adalah gereja bersejarah yang arsitekturnya sangat menonjolkan gaya Eropa, khususnya gereja-gereja Eropa pada beberapa abad yang lalu, yang identik dengan gaya neo-gotik.

Gereja Katedral memiliki nama resmi Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga (De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming).


Gereja Katedral


Gereja ini pertama kali diresmikan pada tahun 1901, meski sudah pernah dicetuskan pada tahun 1807 oleh pemerintah Belanda, untuk membangun sebuah Gereja Katolik yang langsung bernaung di bawah pimpinan Gereja Katolik di Roma.


Interior dalam Gereja Katedral juga akan mengingatkan orang-orang terhadap bangunan khas Eropa. Juga terdapat sebuah alat musik berukuran besar, yaitu orgel pipa, yang dibuat di Belgia pada tahun 1988. Sebelum masuk ke dalam gereja, terdapat sebuah patung burung garuda, dengan lambang Pancasila di dadanya, dan kakinya yang membawa kain putih bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai lambang keberagaman di Indonesia.
Patung Burung Garuda

Selain itu, Gereja Katedral juga mempunyai museum, yang disebut Museum Katedral. Museum ini diprakarsai pembangunannya oleh Pater Rudolf Kurris. Yang bermula karena kecintaan Kurris terhadao sejarah dan benda-benda bersejarah, karena dapat membangkitkan rasa kagum manusia terhadap masa lampau, dan keinginannya menyalurkan pengetahuan dari generasi ke generasi.

Museum itu terletak di Gedung pastoran lama, yaitu di bagian utara. Museum baru diresmikan pada 14 November 2018 oleh Mgr. Ignatius Suharyo memiliki ruang-ruang tematik yang membantu pengunjung menikmati setiap benda yang dipamerkan.

Museum buka setiap hari, kecuali hari Senin, dan jam bukanya bervariasi. Setiap Selasa hingga Sabtu, buka pada pukul 10.00-16.00, dan pada hari Minggu, buka pada pukul 12.00-16.30.

Wah, menarik ya kedua tempat ibadah yang saling berseberangan ini. Semoga dengan keberadaan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang saling berseberangan ini, dapat menambah rasa bangga dan toleransi sebagai sesama umat beragama di Indonesia!

Jadi, kapan nih, kamu mau ke sini?

Masjid Istiqlal & Gereja Katedral (part 1)


Sambil jalan-jalan keliling Jakarta, jangan lupa beribadah juga dong pastinya, hehehe. Kali ini, I Feel Jakarta akan membahas tentang 2 tempat ibadah dari agama yang berbeda, tapi saling berseberangan. Kok bisa, ya? Bisa, dong! Apalagi kalau bukan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Kedua tempat ibadah ini juga seringkali dijadikan objek wisata, karena memang mempunyai sejarah unik tersendiri. Dan juga, letaknya tak jauh dari beberapa destinasi lainnya, seperti Pasar Baru. Jadi, siapa tahu, yang sudah berbelanja dari Pasar Baru, sekarang mau beribadah, hehehe.

Image result for istiqlal
Masjid Istiqlal
Sumber gambar: muslim.okezone.com

Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Uniknya, masjid ini terletak tepat di seberang gereja, yaitu Gereja Katedral Jakarta. Hal ini mencerminkan keberagaman yang ada di Indonesia. Uniknya pula, Masjid Istiqlal ini dirancang oleh seorang arsitek yang beragama Kristen, bernama Frederich Silaban.

Frederich Silaban merupakan pria kelahiran Sumatera Utara, yang memenangkan sayembara desain Masjid Istiqlal pada tahun 1955, yang kala itu dewan jurinya diketuai oleh Presiden Soekarno, dan anggotanya adalah para arsitek dan ulama.

Untuk lokasi pastinya, Masjid Istiqlal berlokasi di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Masjid Istiqlal dibangun sebagai perwujudan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia.

Istiqlal sendiri diambil dari bahasa Arab yang artinya merdeka. Selain sebagai perwujudan rasa syukur, masjid ini juga dibangun untuk mengenang para pejuang muslim yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Masjid ini pertama kali dibangun pada 24 Agustus 1961, yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi, dan akhirnya selesai pada 22 Februari 1978 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Masjid ini mampu menampung jamaah hingga 200.000 orang.

Uniknya lagi, kubahnya berdiameter 45 meter, yang melambangkan tahun 1945, tahun kemerdekaan Indonesia. Kubahnya juga ditopang 12 pilar yang melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad, yaitu 12 Rabiul Awwal, dan juga jumlah bulan dalam satu tahun.

Untuk masuk ke dalam Masjid Istiqlal, kamu bisa melewati 7 pintu, yang disebut Asmaul Husna. Ada tiga pintu utama, yaitu Al Fattah, As Salam dan Ar Rozzaq. Serta pintu lainnya adalah Al Quddus, Al Malik, Al Ghaffar, dan Ar Rahman. Angka 7 itu melambangkan 7 lapis langit dalam kosmologi alam semesta Islam, serta 7 hari dalam satu minggu.

Mau melihat beduk terbesar di Nusantara? Ke sini aja! Karena Masjid Istiqlal punya beduk terbesar dengan ukuran panjang 3 meter, berat 2,30 ton, diameter 2 meter, dan terbuat dari kayu meranti merah, dari sebuah pohon yang berumur 300 tahun di sebuah hutan di Kalimantan Timur.

(berlanjut ke part 2)





Wednesday, March 18, 2020

Taman Mini Indonesia Indah (TMII)


Siapa diantara kalian yang belum pernah mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah, atau biasa disebut TMII? Mungkin  ada yang pernah, dan ada juga yang belum. Nah, bagi kalian yang belum pernah, minimal pasti pernah dengar namanya.

TMII ini merupakan suatu kawasan taman wisata yang mengusung tema budaya Indonesia, dan terletak di Jakarta Timur. Kawasan ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup provinsi-provinsi di Indonesia (pada tahun 1975), dan diantara lain menampilkan rumah adat, tradisi daerah, busana daerah, tarian daerah, dan lain-lain.

Image result for tmii
Taman Mini Indonesia Indah
Sumber gambar: hargaticket.com

Tak hanya itu, di TMII ini juga terdapat tempat ibadah dari agama-agama yang ada dan diakui di Indonesia. Diantaranya  ada Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Katolik Santa Katarina, Gereja Protestan Haleluya, Pura Penataran Agung Kertabhumi, Wihara Arya Dwipa Arama, Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa, dan Kuil Konghucu Kong Miao. Sangat menjunjung keberagaman dan toleransi sekali, ya!

Selain menampilkan kebudayaan dari provinsi-provinsi di Indonesia, pengunjung juga bisa menaiki kereta gantung, memasuki berbagai museum seperti Museum IPTEK, Museum Perangko Indonesia, Museum Transportasi, dan lain-lain. Serta kamu juga bisa menonton teater di Keong Mas, memasuki istana anak, menaiki perahu angsa, dan lain-lain.

Taman ini pertama kali dibangun pada tahun 1972, dan pembangunannya selesai pada 1975. Kemudian, diresmikan pada 20 April 1975.  Ide pembangunan ini dicetuskan oleh Ibu Negara, yang dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Melalui dibangunnya taman ini, diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta terhadap seluruh keunikan dan keragaman yang ada di Indonesia.

Karenanya, tidak heran kalau tempat ini sering dijadikan tujuan wisata untuk berlibur di akhir pekan, atau ramai dikunjungi anak-anak sekolah.

TMII beroperasi mulai pukul 07.00-22.00 dengan harga tiket masuk Rp 20.000. Dan bagi yang membawa kendaraan, akan dikenakan biaya tambahan lagi. Mobil Rp 15.000, motor Rp 10.000, bus Rp 35.000. Dan, tidak semua wahana yang ada di TMII termasuk tiket masuk. Ada juga wahana yang harus membayar tiket, diluar tiket masuk jika kamu mau mencobanya.

Jika mau menonton teater IMAX Keong Mas, kamu harus membayar tiket seharga Rp 35.000 untuk tiket regulernya. Tapi, jika kamu masuk berombongan minimal 30 orang, akan ada potongan harga. Dan untuk masuk ke Taman Legenda Keong Mas, kamu harus membayar tiket seharga Rp 20.000 pada hari biasa, dan Rp 30.000 pada hari libur.

Tertarik naik kereta gantung? Kamu harus membeli tiket seharga Rp 40.000 pada hari biasa, dan Rp 50.000 pada hari libur. Kalau kamu capek, dan ingin mengelilingi kawasan anjungan dengan kereta api mini, kamu harus membayar tiket sebesar Rp 25.000.

Belum pernah nonton 4 dimensi, dan mau nonton 4D yang harganya terjangkau? Ke TMII aja. Di sini, kamu bisa nonton teater 4D dengan harga tiket hanya Rp 20.000 untuk hari biasa, dan Rp 25.000 untuk hari libur.

Jadi, ada yang tertarik untuk menghabiskan liburan akhir pekan di sini?




Tuesday, March 17, 2020

Wisata Kota Tua Jakarta


Sepertinya, Jakarta memang punya pesona sendiri yang tak bisa diabaikan. Banyak bangunan bergaya klasik dan kolonial peninggalan Belanda yang kini dikembangkan menjadi objek wisata. Dan dapat menjadi salah satu tujuan untuk berlibur pada akhir pekan. 

Salah satunya adalah Kota Tua. Kota bersejarah di Jakarta ini dihuni oleh sederet bangunan-bangunan yang masih bergaya kolonial Belanda.

Karena tempatnya yang Instagrammable, banyak orang yang berkunjung ke sini untuk sekedar berfoto, baik itu untuk foto pribadi, pre-wedding, atau bahkan foto buku tahunan sekolah. Di sini, kamu juga bisa bertemu dengan banyak orang asing dari berbagai belahan dunia. Makanya, jangan heran kalau kamu melihat banyak anak berseragam sekolah yang dapat tugas untuk mewawancarai orang asing, pasti datang ke Kota Tua ini.

Image result for kota tua
Wisata Kota Tua Jakarta
Sumber gambar: idntimes.com

Untuk bisa sampai ke Kota Tua, kamu bisa naik bus Transjakarta atau naik kereta yang menuju ke Stasiun Jakarta Kota. Mau naik Bus Wisata Jakarta yang gratis juga bisa banget. Seru, kan?

Dulunya, Kota Tua adalah markas bagi Perusahaan India Timur Belanda atau dikenal juga sebagai Dutch East India Company. Belanda mulai memonopoli perdagangan rempah pada tahun 1602, dan mendirikan perusahaan tersebut sebagai agen kolonial resmi demi menjaga kelangsungan dan kelancaran usahanya.

Jadi, tidak heran jika di sekitarnya, banyak rumah dan gedung perkantoran yang memiliki gaya kolonial seperti Kota Tua ini, contohnya saja Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Museum Wayang.

Dan, dengan berdirinya Perusahaan India Timur Belanda di Kota Tua, atau dulu dikenal sebagai Old Batavia, kota tersebut pun menjadi pusat ibu kota, karena lokasi tersebut dinilai sangat strategis. Disebut strategis karena Kota Tua hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan Sunda Kelapa sendiri merupakan pelabuhan bersejarah di Jakarta sejak abad ke-13, atau sejak zaman Kerajaan Sunda.

Pelabuhan tersebut berkembang dengan cepat karena adanya perdagangan rempah-rempah internasional. 

Nah, kembali ke zaman sekarang, kalau kamu mengunjungi Kota Tua, kamu bisa mencoba beberapa aktivitas seperti:

·       Naik sepeda onthel dengan harga sewa sebesar Rp 20.000 saja

·       Berkeliling museum, diantaranya ada Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa, dan Museum Bank Mandiri. Rata-rata museum ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00, dengan harga tiket bervariasi, dan yang pasti terjangkau. Jika kamu masih pelajar atau mahasiswa, kamu bisa membayar tiket dengan harga yang lebih murah

·       Wisata kuliner, karena di sepanjang jalan, kamu bisa menemukan penjual ketoprak, kerak telor, dodol Betawi, es selendang mayang, dan lain sebagainya

·       Belanja dong pastinya. Apa yang dibelanjain? Banyak, diantarnaya bisa souvenir khas Jakarta dengan gambar beberapa objek/landmark terkenal di Jakarta

Jadi, ada yang mulai tertarik untuk datang ke sini? Dijamin nggak akan nyesel!